Pages

Kamis, 14 April 2011

| | 0 komentar


 Kenapa Briptu Norman Kamaru mesti Dapat Sanksi?April 5, 2011  Anggota Polisi Gorontalo yang melantunkan lagu India Chiyya-Chayyia, Briptu Norman Kamaru akhirnya mendapat sanksi teguran dari pimpinannya, setelah aksi hebohnya itu diunggah di Youtube.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Gorontalo AKB Wilson Damanik, mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi teguran kepada Briptu Norman, terkait aksinya melantunkan lagu India dalam video itu. “Namun kami masih mendalami kasus ini, terutama pihak yang berinisiatif mengunggah video itu, harus diketahui apa motifnya atas dasar apa,” kata Wilson, Selasa.Menurut Wilson, video tersebut jika diamati, hanya untuk menghibur temannya anggota polisi yang mengalami masalah. Namun dari segi etika Korps Brimob video itu tidak pantas, karena Norman Kamaru masih memakai pakaian dinas. “Jika ditinjau dari segi etika, seorang anggota kepolisan selama menggunakan seragam dilekatkan tugas dan kewajibannya, sehingga jelas video itu kurang etis,” ujar Wilson.Sementara itu, lanjut Wilson, lokasi pembuatan video itu dilakukan di pos berdekatan dengan rumah dinas Brimob di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.Hingga saat ini nama Norman Kamaru anggota Koprs Brimob Gorontalo pelantun lagu India tersebut marak dibicangkan di dunia maya. Video yang diunggah di Youtube pada 2 April 2011, berdurasi 6 menit 30 detik itu, sudah dikunjungi 2.877 orang.Dalam video itu terlihat Briptu Norman asyik mendendangkan lagu India disertai goyangan, tepat di pos penjagaan. Sumber : mediaindonesia.com 
 
Anggota Polisi Gorontalo yang melantunkan lagu India Chiyya-Chayyia, Briptu Norman Kamaru akhirnya mendapat sanksi teguran dari pimpinannya, setelah aksi hebohnya itu diunggah di Youtube.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Gorontalo AKB Wilson Damanik, mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi teguran kepada Briptu Norman, terkait aksinya melantunkan lagu India dalam video itu. “Namun kami masih mendalami kasus ini, terutama pihak yang berinisiatif mengunggah video itu, harus diketahui apa motifnya atas dasar apa,” kata Wilson, Selasa.

Menurut Wilson, video tersebut jika diamati, hanya untuk menghibur temannya anggota polisi yang mengalami masalah. Namun dari segi etika Korps Brimob video itu tidak pantas, karena Norman Kamaru masih memakai pakaian dinas. “Jika ditinjau dari segi etika, seorang anggota kepolisan selama menggunakan seragam dilekatkan tugas dan kewajibannya, sehingga jelas video itu kurang etis,” ujar Wilson.

Sementara itu, lanjut Wilson, lokasi pembuatan video itu dilakukan di pos berdekatan dengan rumah dinas Brimob di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Hingga saat ini nama Norman Kamaru anggota Koprs Brimob Gorontalo pelantun lagu India tersebut marak dibicangkan di dunia maya. Video yang diunggah di Youtube pada 2 April 2011, berdurasi 6 menit 30 detik itu, sudah dikunjungi 2.877 orang.

Dalam video itu terlihat Briptu Norman asyik mendendangkan lagu India disertai goyangan, tepat di pos penjagaan. Sumber : mediaindonesia.com
Leer más...
| | 0 komentar

Murid SD Dengan Gurunya

Anto yang duduk dibangku SD ditanya Bu Fanny, Gurunya

Bu Fanny : Anto, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu,

kena satu yang tinggal berapa ?

Setelah berpikir sejenak, si Anto menjawab “Ga ada sisanya bu ”

Bu Fanny bertanya “kenapa ga ada sisanya ?”

Si Anto menjawab” yang lain terbang semua karena kaget”

Bu Fanny tersenyum bijak dan berkata “yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara

berpikir kamu ”
Leer más...
| | 0 komentar

Bocah Sedang Bermain Balap Ulat Bulu

Banyumas- Wabah ulat bulu yang dalam beberapa minggu ini membuat sebagian masyarakat di beberapa daerah di Indonesia resah, hingga dilakukan penyemprotan dengan memnggunakan pestisida untuk mengurangi jumlah penyebarannya karena bagi sebagian orang memang menjijikkan, bahkan menakutkan bila bulu dari ulat tersebut terkena kulit. Namun ulat bulu bagi sebagian anak-anak di Desa Kracak, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah Kamis (14/04/2011), malah dijadikan sebagai media bermain yaitu balap ulat bulu.

Beberapa ulat bulu yang sebelumnya diambil dari beberapa batang pohon oleh anak-anak tersebut lalu dimasukkan kedalam plastik dengan beberapa daun sebagai makanan ulat bulu tersebut. Kemudian Ulat bulu dilepas di empat lembar kertas karton yang sebelumnya sudah dilipat kanan dan kirinya hingga membentuk empat jalur sebagai media belapan ulat bulu tersebut

Tidak ada rasa takut bagi keempat bocah yang rata-rata duduk di kelas tiga Sekolah Dasar ini. Made Indonesiana (8), Irfan (8), Teguh (8), Agus (9) bahkan memegang ulat bulu tersebut seperti memegang mainan biasa. Setelah dilepas, dengan sorak gembira mereka mendukung ulat bulu yang dilepasnya agar menang melawan ulat bulu lainnya.

“Tidak takut, karena bentuknya lucu dan jika berlari menggelikan,” kata Made Indonesiana dengan polosnya saat ditanyakan oleh wartawan.

Biasanya keempat bocah tersebut mancari ulat bulu ketika sepulang sekolah dan selanjutnya mereka berkumpul di salah satu halaman rumah untuk mengadu ulat bulu hasil tangkapannya tersebut. Tidak ada rasa kecewa ataupun sedih bagi bocah-bocah ini ketika salah satu ulat bulu milik mereka kalah, yang ada hanya rasa senang dan gembira.

“Kalo sudah kalah ya nyari lagi aja. kan banyak di pohon,” kata Irfan saat memberi dukungan kepada ulat bulu miliknya.

Leer más...
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Followers

Daily Calendar

 
 

Niezha "eightaformart" | Diseñado por: Compartidísimo
Con imágenes de: Scrappingmar©

 
top